Posted on

Kebudayaan Manusia

Pada postingan saya kali ini akan membahas apa itu kebudayaan? apa bedanya dengan peradaban? dimana juga akan ada penjelasan mengenai sistem nilai budaya juga dampak positif dan negatif dari perkembangan budaya di masyarakat.

A. Kebudayaan

Koentjaraninggrat(1981 , hlm.5) mengemukakan bahwa kebudayaan itu merupakan perkembangan dari budi daya, yang artinya daya dari budi. Menurutnya pula kebudayaan memiliki tiga wujud atau bentuk, yaitu :

  1. Keseluruhan ide, gagasan, nilaim, norma, peraturan, dan sebagainya.
  2. Keseluruhan aktivitas kelakuan berpola dari dalam masyarakat yang disebut sistem sosial.
  3. Benda-benda hasil karya manusia yang disebut kebudayaan fisik.

Kebudayaang memiliki kaitan dengan Ilmu Sosial Budaya Dasar adalah penciptaan, penerbitan, dan pengolahan nilai-nilai insani, yang didalamnya tercakup usaha memanusiakan diri di dalam alam lingkungan, baik fisik maupun sosial. Nilai-nilai ditetapkan atau dikembangkan sehingga sempurna. Tidak memisahkan dalam membudayaan alam, memanusiakan hidup, dan menyempurnakan hubungan insani. Manusia memanusiakan dirinya dan memanusiakan lingkungan dirinya.

B. Peradaban

Dalam sebuah pemahaman lama tetapi masih sering dipergunakan adalah istilah “peradaban” dapat digunakan dalam cara sebagai normatif baik dalam konteks sosial di mana rumit dan budaya kota yang dianggap unggul lain “ganas” atau “biadab” budaya, konsep dari “peradaban” digunakan sebagai sinonim untuk “budaya (dan sering moral) Keunggulan dari kelompok tertentu.” Dalam artian yang sama, peradaban dapat berarti “perbaikan pemikiran, tata krama, atau rasa”. masyarakat yang mempraktikkan pertanian secara intensif; memiliki pembagian kerja; dan kepadatan penduduk yang mencukupi untuk membentuk kota-kota. “Peradaban” dapat juga digunakan dalam konteks luas untuk merujuk pada seluruh atau tingkat pencapaian manusia dan penyebarannya (peradaban manusia atau peradaban global). Istilah peradaban sendiri sebenarnya bisa digunakan sebagai sebuah upaya manusia untuk memakmurkan dirinya dan kehidupannya. Maka, dalam sebuah peradaban pasti tidak akan dilepaskan dari tiga faktor yang menjadi tonggak berdirinya sebuah peradaban. Ketiga faktor tersebut adalah sistem pemerintahan, sistem ekonomi, dan IPTEK.

Perwujudan budaya yang hanya menekankan pada akal (ratio) saja akan berlainan dengan perwujudan budaya yang didasarkan pada akal, nurani, dan kehendak. Perwujudan budaya yang mengedapkan akal, maka akan timbul peradaban yang berbeda, karena peradaban akan diukur dari tingkat berfikir manusia, maka akan muncul istilah peradaban tinggi bukan lagi kebudayaan tinggi. Berbeda dengan yang menekankan ketiga unsur, (rasa, cipta, karsa) maka akan muncul kebudayaan-kebudayaan yang bernilai tinggi.

Setelah kita mengetahui arti dari kedua kata tersebut kita perlu tahu jelas perbedaan antara Kebudayaan dan Peradaban dimana ini diambil dari Koentjoroningrat(1082, hal 9-10) dimana Kebudayaan adalah segala daya dan usaha manusia untuk mengubah alam atau keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar, beserta keseluruhan hasil budi dan kerjanya itu. Sedangkan Peradaban menurutnya dapat disejajarkan dengan istilah inggris yaitu civilation, yang dipakai untuk bagian-bagian dan unsure kebudayaan yang halus dan indah. Peradaban sering dipakai untuk menyebut kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi, seni bangunan, seni rupa, dll. Peradaban hanya menekankan pada unsur nurani di dalam budaya timur, mengapa perbedaan ini terjadi, dikarenakan sudut pandang antara orang Timur dan orang Barat yang sama sekali berbeda.

C. Sistem Nilai Budaya

Konsep nilai

Menilai berarti memberi pertimbangan untuk menentukan apakah itu bermanfaat atau tidak, baik atau buruk, salah atau benar. Menurut Perry nilai adalah segala sesuatu yang menarik bagi manusia sebagai subjek. Sedangkan Popper nilai adalah segala sesuatu tentang yang baik dan yang buruk. Sedangkan menurut Alvin L Bertrand nilai adalah perasaan tentang apa yang diinginkan ataupun yang tidak diinginkan, atau tentang apa yang boleh dan tidak boleh.

Nilai-nilai budaya merupakan nilai- nilai yang disepakati dan tertanam dalam suatu masyarakat, lingkup organisasi, lingkungan masyarakat, yang mengakar pada suatu kebiasaan, kepercayaan (believe), simbol-simbol, dengan karakteristik tertentu yang dapat dibedakan satu dan lainnya sebagai acuan prilaku dan tanggapan atas apa yang akan terjadi atau sedang terjadi.

Nilai-nilai budaya akan tampak pada simbol-simbol, slogan, moto, visi misi, atau sesuatu yang nampak sebagai acuan pokok moto suatu lingkungan atau organisasi.
Ada tiga hal yang terkait dengan nilai-nilai budaya ini yaitu :
  1. Simbol-simbol, slogan atau yang lainnya yang kelihatan kasat mata (jelas)
  2. Sikap, tindak laku, gerak gerik yang muncul akibat slogan, moto tersebut
  3. Kepercayaan yang tertanam (believe system) yang mengakar dan menjadi kerangka acuan dalam bertindak dan berperilaku (tidak terlihat).

Konsep-konsep tentang nilai yang hidup dalam pikiran sebagian masyarakat akan membentuk sistem nilai budaya.

Konsep Sistem Nilai Budaya

Sistem nilai budaya adalah konsepsi-konsepsi tentang nilai yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar anggota masyarakat, dan berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi sikap mental, cara berfikir, dan tingkah laku mereka. System nilai budaya adalah hasil pengalaman hidup yang berlangsung dalam kurun waktu yang lama, sehingga menjadi kebiasaan yang berpola. Sistem nilai budaya yang berpola merupakan gambaran sikap dan tingkah laku anggota masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk sikap dan perbuatan dalam hidup bermasyarakat.

Terdapat lima masalah pokok yang terdapat didalam sistem nilai budaya yaitu: Kedudukan manusia dalam ruang dan waktu, Hubungan manusia dengan alam, Hubungan manusia dengan sesamanya. Dan yang mempengaruhi kehidupan manusia, yaitu; Hidup Manusiakarya Manusia Pengembangan Sistem Nilai Budaya.

Ada beberapa alasan mengapa terjadi pergeseran dan perubahan tentang sistem nilai budaya menurut Munandar Sulaiman, antara lain;

  1. Jarak komunikasi antar etnis
  2. Pelaksanaan pembangunan
  3. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi

Sistem nilai budaya dapat berubah begitupula dengan budaya itu sendiri. Dengan perkembangan komunikasi dan lainnya dapat menimbulkan dampak baik yang positif maupun negatif dalam budaya manusia.

Seiring dengan perkembangan zaman, kebudayaan umat manusia pun mengalami perubahan. Menurut para pemikir post modernis dekonstruksi, dunia tak lagi berada dalam dunia kognisi, atau dunia tidak lagi mempunyai apa yang dinamakan pusat kebudayaan sebagai tonggak pencapaian kesempurnaan tata nilai kehidupan. Hal ini berarti semua kebudayaan duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, dan yang ada hanyalah pusat-pusat kebudayaan tanpa periferi. Sebuah kebudayaan yang sebelumnya dianggap pinggiran akan bisa sama kuat pengaruhnya terhadap kebudayaan yang sebelumnya dianggap pusat dalam kehidupan manusia modern.
Wajah kebudayaan yang sebelumnya dipahami sebagai proses linier yang selalu bergerak ke depan dengan berbagai penyempurnaannya juga mengalami perubahan. Kebudayaan tersebut tak lagi sekadar bergerak maju tetapi juga ke samping kiri, dan kanan memadukan diri dengan kebudayaan lain, bahkan kembali ke masa lampau kebudayaan itu sendiri.
Lokalitas kebudayaan karenanya menjadi tidak relevan lagi dan eklektisme menjadi norma kebudayaan baru. Manusia cenderung mengadaptasi berbagai kebudayaan, mengambil sedikit dari berbagai keragaman budaya yang ada, yang dirasa cocok buat dirinya, tanpa harus mengalami kesulitan untuk bertahan dalam kehidupan.

Dengan dampak Positif :

  1. Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi.
  2. Terjadinya industrialisasi.
  3. Munculnya penemuan-penemuan baru sejalan dengan perubahan-perubahan sosial dan budaya suatu masyarakat.
  4. Produktifitas dunia industri semakin meningkat. Dimana munculnya semangat-semangat untuk menciptakan produk baru yang bermutu tinggi.
  5. Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki.
  6. Kualitas individu akan semakin baik seiring dengan adanya kompetisi yang sehat dalam mengejar perubahan yang ada.
  7. Kemunculan semangat asketisme intelektual.
  8. Kebudayaan dalam peradaban manusia akan semakin kaya dengan munculnya kebudayaan-kebudayaan baru.

Pengambilan contoh yaitu  pada dunia kerja terlihat bahwa wanita sudah banyak duduk dijabatan-jabatan tinggi, dimana mereka memiliki kemampuan lebih dari yang lainnya sehingga dia bisa mendapatkan jabatan tersebut.

Dampak Negatif :

  1. Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.
  2. Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong. Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
  3. Masyarakat modern mudah stres dan muncul penyakit-penyakit baru yang berkaitan dengan perubahan pola makanan dan pola kerja.
  4. Kebiasaan dari masyarakat modern adalah mencari hal-hal mudah, sehingga penggabungan nilai-nilai lama dengan kebudayaan birokrasi modern diarahkan untuk kenikmatan pribadi. Sehingga, munculah praktek-peraktek kotor seperti nepotisme, korupsi, yang menyebabkan penampilan mutu yang amat rendah.
  5. Ketidaksiapan suatu masyarakat akan mengakibatkan kesenjangan sosial dan memicu meningkatnya tindak kriminalitas.

Contohnya diambil dari poin kemerosotan moral dimana bisa dilihat pada kendaraan umum, ketika seorang pemuda mendapatkan tempat duduk yang nyaman kemudian ada seorang tua masuk, bukan seorang pemuda itu memberikan tempat duduknya pada pak tua ini, dia malah pura-pura tidur dan ridak melihat. Itu sering terjadi pada zaman sekarang di bus ataupun kereta.

Referensi:

http://citraindahsafitri.wordpress.com/2012/12/17/contoh-dampak-positif-dan-atau-negatif-dari-teknologi-komunikasi-dalam-kehidupan-masyarakat/

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20111014064129AABciKl

http://longtime-paradise.blogspot.com/2011/03/dampak-positif-negatif-perkembangan.html

http://mochamadfajrin1994.blogspot.com/2013/01/kajian-kebudayaan-manusia-zaman-modern.html

http://omtaufiq.blogspot.com/2012/10/pengertian-budaya-dan-peradaban.html

http://riocharlesyudha77.blogspot.com/2013/05/dampak-positif-dan-negatif.html

http://triyono10-triyono10.blogspot.com/2011/11/sistem-nilai-budaya.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s